estimasi biaya notaris jual beli rumah Cerita Sukses Developer Ngawur Yang Menjual Sesuatu Tanpa Modal Tanpa Bank, bagaimana cara nya?

https://www.youtube.com/watch?v=SirpA5TqWkg

Tonton Juga Kenapa Bebisnis Paytren bisa mendapatkan anda CASHBACK RATUSAN JUTA Dari Paytren

 

Apa itu Rumah Syariah atau KPR SYARIAH NON BANK ?
Benarkah telat membayar angsuran bisa TIDAK DENDA ?
Benarkah rumah TIDAK AKAN DISITA ?

JANGAN DIBACA oke…
Karena semua Jawabannya BENAR,
Tanpa Sita, Tanpa Denda, Tanpa Bi Checking, Tanpa Akad Ganda

Perkembangan dunia bisnis investasi properti pada saat ini semakin menjadi favorit para masyarakat atau investor yang akan berinvestasi. Tidak hanya itu, perkembangan sistem syariah juga ikut mewarnai dunia investasi properti. Pada awalnya sistem syariah digunakan oleh pihak bank. Bank mengubah prinsip yang awalnya menerapkan bunga yang sering disebut dengan bank konvensional menjadi prinsip yang sesuai dengan syariat islam atau dikenal dengan istilah bank syariah.

Intinya prinsip syariah yang dijalankan dan diterapkan dalam dunia ekonomi pada saat ini adalah mengacu pada penghapusan riba yang merupakan suatu hal yang haram. Hal ini juga diperkuat dengan dikeluarkannya fatwa MUI mengenai haramnya bunga yang diterapkan oleh bank konvensional.

Prinsip syariah juga digunakan di dunia investasi properti pada saat ini. Adanya investasi properti syariah ini mampu menarik perhatian para investor, terutama investor muslim.

Nah, bagi anda yang masih belum memahami mengenai properti atau perumahan syariah berikut akan kami jelaskan secara lebih rinci dan jelas pada artikel kali ini.

Apa itu Perumahan Syariah?

Sebelum membahas secara lebih lanjut mengenai perumahan syariah. Akan lebih baik jika anda memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan perumahan syariah. Jadi, perumahan syariah merupakan jenis perumahan yang mengusung konsep syariah yakni sebuah prinsip yang sesuai dengan syariat atau ajaran islam yang pastinya tidak bersangkutan dengan bank konvensional yang mengandung unsur riba.

Apa itu Perumahan Syariah

Seperti yang sudah kita ketahui pada saat ini semakin banyak bermunculan perumahan yang mengusung konsep perumahan syariah. Perumahan syariah sendiri muncul akibat semakin tingginya kesadaran masyrakat akan bahaya dari dosa riba yang haram menurut MUI. Hal inilah yang membuat trend pertumbuhan perumahan syariah tumbuh dengan sangat signifikan.

Ditambah lagi dengan adanya trend atau boomingnya sharia lifestyle atau bisa disebut dengan gaya hidup syariah. Hal ini mempengaruhi hampir semua gerai makanan yang harus dilabeli dengan kata haal jika mau laris. Tidak hanya itu, hijab juga tengah menjadi gaya hidup dari segala kalangan.

Kondisi yang seperti ini tentu saja menandakan adanya tanda yang positif. Yang berarti bahwa kesadaran dan keinginan masyarakat akan hidup yang sesuai dengan syariah islam juga semakin tinggi. tentunya membuat gaya hidup yang sudah sesuai syariah ini harus dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya mengenai apa yang dipakai atau apa yang dimakan. Tapi juga apa saja yang harus terjaga kehalalannya.Oleh karena itu, hunian yang berkonsep perumahan syariah pun semakin banyak bermunculan pada saat ini.

Beberapa macam Konsep yang ditawarkan oleh developer properti syariah biasanya:

Apa itu Rumah Syariah atau KPR Syariah Non Bank?
1. TRANSAKSI HANYA DUA PIHAK, yaitu antara DEVELOPER dan PEMBELI secara langsung.

Ket Konvensional :
Pada konsep konvensional terjadi tiga pihak dalam bertransaksi Bank, Developer, Pembeli

Skema –> Pembeli memesan ke Developer dan membayar sejumlah Uang Muka, lalu sisa hutang atau disebut plafon diteruskan oleh Bank dengan Pembeli .

Perhatikanlah, apakah ada transaksi antara Developer dengan Bank? seharusnya jika akad Syariah maka pihak Bank membeli terlebih dahulu barang kepada Developer.

Sehingga barang sepenuhnya milik Bank, TETAPI pada peraturan Bank Indonesia tercantum bahwa bank tidak bisa membeli asset seperti membeli barang dari Developer

Ket Syariah Tanpa Bank:
Pada Rumah Syariah jelas bahwa Developer sebagai pemilik barang, menjual kepada Pembeli, dimana Cicilan atau disebut plafon itu dilakukan langsung antara Developer dengan Pembeli juga, TANPA ada pihak BANK

Developer tidak mengajak pihak bank untuk terlibat dalam akad jual beli, akad hanya antara Anda sebagai pembeli dengan developer, kelebihannya tidak akan ada BI Checking, proses cenderung lebih simple dan mudah.

2. TIDAK SITA karena barang sepenuhnya milik Pembeli
Pada saat pembelian kredit, maka tidak akan ada yang tahu masa depan dari masing2 individu, sehingga kemungkinan kesulitan keuangan atau kebangkrutan bisa saja datang.

Ket Konvesional:
Pada konsep konvensional terjadi SITA, apabila konsumen tidak bisa membayar selama tempo tertentu sehingga seluruh uang yang telah dibayarkan pembeli akan HANGUS dan harus keluar dari rumah yang telah ditempati.

Ket Syariah :
Pada Rumah Syariah apabila kesulitan keuangan terjadi, maka diberikan waktu diskusi dan pertemuan serta membantu menganalisis masalah tersebut untuk dicarikan solusi terbaik.
Beberapa solusi bisa muncul, seperti :
1. Take Over sementara kepada keluarga
2. Menjaminkan barang lain yang bisa menutupi

Apabila ternyata sudah buntu dan tidak ada perkembangan mengenai masalah ini, maka rumah silahkan dijual oleh pembeli dengan harga diwaktu tersebut untuk mendapatkan dana besar sehingga sisa hutang bisa dilunasi dan pembeli bisa membawa sisa uang hasil penjualan rumahnya

CONTOH :
Pembeli sudah mencicil hingga 5 tahun sejumlah 300jt dan sisa hutang itu 200jt
Tahun ke-6 rumah akhirnya dijual dengan harga 700jt. Maka kewajiban membayar ke developer hanyalah sisa hutang, yaitu sejumah 200jt
Pembeli akhirnya mendapatkan 500jt dan bisa membeli rumah di tempat lain.
Gimana? Clear kah?

3. TIDAK DENDA apabila telat membayar karena bisa terjebak RIBA Pada akad jual beli, harga haruslah jelas di awal sebelum pembelian.

 Tanpa Bunga 

Biasanya cicilan rumah bersifat flat setiap bulannya, tanpa ada penambahan ataupun pengurangan. Opsi harga yaitu cash atau kredit, itu pun sudah disampaikan nominalnya sebelum akad dan tidak akan berubah walaupun suku bunga naik turun, jadi pilihan harga tergantung Anda yang menentukan.

Jika Anda telat membayar ketika mencicil di dalam KPR konvensional tentu Anda akan terkena denda. Tidak dengan KPR syariah, Anda hanya akan dikenakan surat peringatan sebagai pengingat komitmen bayar hutang atau resechedule pembayaran jika dirasa Anda tidak bisa menepati cicilan di tanggal tertentu.

 

{keywords}